Pengadaan Finger Print Di Pendidikan Dasar Asahan Diduga Mark Up
Kisaran, (LWI Pos);
Hampir seluruh pendidikan dasar, baik itu sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri se-Kabupaten Asahan membeli mesin deteksi kehadiran (finger print) seharga Rp. 3.000.000 diduga mendapat paksaan dan mark up.
Disebut-sebut, pembelian finger print tersebut diorganisir oleh oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, bekerjasama dengan rekanan.
Ironisnya, pengadaan alat deteksi kehadiran tersebut dianggarkan pada 2019, namun harus dibayar oleh sekolah pada pencarian dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada triwulan IV.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh salah seorang kepala sekolah (kepsek) SD Negeri yang enggan disebutkan namanya kepada LWI Pos, Selasa (8-1-2018) di sekolahnya.
"Namanya sudah perintah atasan. Serba salah. Selain tidak dianggarkan, harganya juga terlalu mahal. Walaupun kita tak setuju, tapi susah ditolak," katanya.
Hal senada juga disampaikan sejumlah kepsek lainnya. Akibat pembelian mesin absensi tersebut, mengakibatkan sekolah menunda pembayaran sejumlah keperluan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Sofian saat dikonfirmasi LWI Pos, Rabu (16-1-2019), mengakui tentang adanya dugaan pemaksaan pembelian mesin absensi itu.
Kendati demikian, ia tidak mengetahui siapa yang bermain dalam pengadaan mesin absensi itu, karena baru sehari menjabat setelah dilantik sebagai Kadis Pendidikan.
"Pastinya saya tidak tahu. Tapi memang, saya ada dengar selentingan soal pembelian mesin absensi oleh sekolah-sekolah, " kata Sofian.
Menurut mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Asahan itu, bahwa kasus tersebut tengah diselidiki oleh Inspektorat Kabupaten Asahan, atas permintaan Kejaksaan Negeri Asahan.
"Jadi saya belum bisa komentar banyak. Kita tunggu saja-lah, hasil penyelidikan dari Inspektorat bagaimana, " pungkasnya.
Dari hasil penulusuran tim, bahwa mesin absensi ber-merek Solution P207. Setelah pembelian, sebahagian sekolah sudah ada yang memasang, namun masih banyak juga yang belum memasang mesin absensi itu.
Dari kuitansi pembayaran yang ada, tertera, bahwa harga sebuah mesin absensi sebesar Rp. 3.000.000. Selain itu, dalam kuitansi tersebut, juga tertera stempel nama perusahaan, berinisial A.C. (W-04).

Comments
Post a Comment