Sedang Menulis Sejarahnya Sendiri

Dalam sejarah Nusantara dan
Republik Indonesia, belum
pernah ada cacian, hinaan dan
fitnah yang paling buruk...;
baik dari sisi manusia
maupun agama, kecuali
cacian..., hinaan, dan fitnah
yang diarahkan kepada
Presiden Jokowi.

Tidak ada satu pun Raja atau
Presiden.., yang menerima
sebutan terburuk selain
dirinya.
Di negeri yang saat ini
bermayoritas muslim..,
dan konon menjunjung
tinggi tradisi kesusilaan
serta budaya..., selama
bertahun-tahun memuja
kata-kata kotor yang
diarahkan kepada pemimpin
negara dan bangsa..,
sementara, kebijakan
pemerintahannya tetap diikuti
dan menikmati karyanya.

Perlu daftar panjang
menyusun kata-kata berikut
penjelasannya..., untuk
menguraikan cacian...,
hinaan..., dan fitnah serta
berbagai tuduhan itu..:
Presiden anjing.., Pemimpin
LGBT..., Presiden yang
akan menghalalkan babi
panggang.., melegalkan
aborsi..., Anak PKI..., Cina
tulen.., Antek asing..., Antek
Yahudi..., nama aslinya
Oei Hiong Liong..., sundal
alias pelacur..., shalat
jenazah ndak pakai duduk..,
mengganti rupiah dengan
mata uang Tiongkok...,
burung unta..., sinting..,
bebek lumpuh..., idiot.,
plonga plongo.., dungu..,
tidak tahu apa-apa..., anak
pungut.., pengecut..,
ingusan.., bodoh..., tukang
mebel tak pantas jadi
presiden., banci., presiden boneka.... dan lain-lain. 

Belum yang bernuansa
agama...:

Pemimpin toghut.., Firaun..,
Dajjal..., Kafir.., Munafik..,
laknatullah..., iblis..., dan
lain-lain.
Belum lagi yang fitnah..., dan
hoax yang dilontarkan.
Ada sebutan yang lebih buruk
dari itu...?

Tidak ada.

Jokowi adalah makhluk
manusia ternista dan terjahat
sepanjang penciptaan
manusia di muka bumi.,
melebihi Firaun atau Dajjal.

Dan...

Sebagian besar lontaran atau
sebutan itu disampaikan oleh orang-orang yang mengaku beragama, orang-orang yang mengaku paling suci. 

Luar biasa bukan...?

Ini bukan soal baper.., bukan
soal tidak terima.
Tapi ini soal seberapa banyak
kebencian yang kita miliki dan
tertanam..., serta seberapa
dalam akhlak dan etika yang
bisa kita lakukan.

Di negara paling liberal atau
paling atheis pun..., tidak kita
temukan fenomena seperti
di negeri dengan mayoritas
muslim terbesar di muka
bumi ini.
Bahkan..., setelah seluruh
proses pilpres usai dan
pemenangan ditentukan...;
apakah cacian..., makian..,
hinaan..., hujatan.., fitnah..,
dan hoax akan berhenti...?
Dan kini ketika ibunda beliau
wafat..., apakah makian dan
hujatan juga berhenti....?

Ternyata tidak..

Akan semakin banyak orang
merasa lebih beriman...,
sambil memupuk benci dan
segala tuduhan.
Beruntungnya.., tukang
mebel kurus itu bersabar dan
diam..., tidak membalas balik
dengan makian dan hujatan.
Kita sedang menulis sejarah
kita sendiri..., yang telah
terjadi di NKRI tercinta ini..
Tetap lah tabah menghadapi
ini semua bapak ku, mungkin
kalo saya di posisi bapak
tidak akan setegar bapak
Presiden JOKO WIDODO. #salamdamai

Comments